Kamis, 24 Januari 2013

Hepatitis B

Virus Hepatitis B

DEFINISI
Tipe B (serum atau hepatitis dengan masa inkubasi panjang) juga banyak diderita oleh pengidap virus HIV-positif. Pemeriksaan darah yang rutin dilakukan dapat mengurangi kasus yang disebabkan oleh transfusi. Tingkat kekronikan pada penderita 10% pada orang dewasa, 50% pada anak berumur kurang dari 5 tahun dan 80-90% pada bayi.
PENYEBAB
Hepatitis B Virus (HBV). Transfusi darah dan pasien hemodialisis. Penularan melalui suntikan yang digunakan bergantian oleh pencandu obat-obatan terlarang merupakan penyebab terbesar. Anak dari ibu penderita hepatitis B.
GEJALA
Mungkin tidak muncul atau muncul tiba-tiba gejala seperti flu, demam, penyakit kuning, urin berwarna hitam dan feses berwarna hitam kemerahan. Pembengkakan pada hati.


DIAGNOSA
Ditanyakan gejalanya bila ternyata ditemukan hepatitis virus maka akan dilakukan tes darah untuk memastikan diagnosis dan jenis virus. Bila terjadi hepatitis kronis, maka dianjurkan dilakukan biopsi.
PENGOBATAN
Interferon alpha atau lamivudine.
PENCEGAHAN
Perlindungan terbaik adalah vaksin hepatitis B. Jangan berganti-ganti pasangan. Lakukan pemeriksaan darah untuk hepatitis B pada wanita hamil sehingga calon bayi dapat diberikan hepatitis B imunoglobulin dan vaksinasi 12 jam setelah lahir. Jangan mendonorkan darah bila mempunyai penyakit hepatitis B.

Stroke


Stroke adalah gangguan saraf otak yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak, yang terjadi dalam tempo sekitar 24 jam atau lebih. Boleh dikatakan serangan stroke terjadi mendadak dan sulit diprediksi, berlangsung sekitar 15-an menit.

Stroke terjadi ketika pasokan darah ke satu bagian otak terhambat cukup parah (karena adanya bekuan darah atau aterosklerosis) atau sama sekali terhenti (karena pecahnya pembuluh darah). Akibatnya kiriman oksigen dan nutrisi bagi jaringan sel-sel saraf otak tersendat atau bahkan terhenti sama sekali. Dalam waktu hanya beberapa menit sel-sel otak pun mati. Hal ini menyebabkan berbagai fungsi otak terganggu yang manifestasinya berupa gangguan gerak (berjalan dan/atau mengangkat tangan), gangguan intelektual (sulit berbicara dan/atau mengerti pembicaraan orang, sulit menghitung), terjadi kelumpuhan pada satu sisi, gangguan pada penglihatan, sakit kepala dan/atau vertigo parah, dan lain-lain.

Anda benar, penyakit stroke memang penyakit yang menakutkan. Juga mematikan! Sebagai orang awam, tentu kita tidak mengetahui apakah tanda-tanda/gejala yang sedang dialami seseorang itu gejala stroke atau bukan. Karena itu penderita stroke sering terabaikan. Hal ini disebabkan tanda-tandanya sangat umum (diawali dengan semutan ringan tanpa sebab, sakit kepala atau vertigo ringan yang datang dan pergi, dan lain-lain.) sehingga sulit diprediksi. Padahal perlu penanganan secepatnya karena bisa berakibat kecacatan permanen bahkan kematian jika terlambat ditangani.

Penyakit stroke akhir-akhir ini banyak diderita kaum muda yang sedang berada pada usia produktif. Akibat­nya sungguh sangat menyulitkan bagi si penderita maupun bagi keluarganya karena pasien stroke umumnya tidak berdaya dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Jadi, Anda benar bahwa penderita stroke parah tidak mampu menyuap makanan, mengenakan atau mem­buka baju, menulis, sulit bicara, dan lain-lain. Mereka sangat membutuhkan bantuan keluarga atau perawat. Selain itu, pasien stroke bisa kehilangan pekerjaannya disebabkan ketidak berdayaan fisik dan intelektual yang dialaminya.

Selain itu perlu diketahui pula bahwa pengobatan/ perawatan bagi penderita stroke makan biaya sangat mahal. Dan makan waktu sangat lama.

Hal lain yang juga sangat mengkhawatirkan adalah bahwa serangan stroke bisa terulang. Biasanya stroke ulangan lebih berbahaya dan sering menyebabkan kematian. Karena itu sedapat mungkin dicegah. Untuk itu perlu menyebarluaskan pengetahuan tentang stroke, terutama di kalangan usia muda dan produktif, agar mereka bisa menjaga kesehatan dirinya.

Banyakkah penderita stroke di Indonesia?
Menurut data tahun 1990-an, diperkirakan ada 500.000 orang penderita stroke, sekitar 125.000 di life antaranya meninggal atau cacat seumur hidup. Tetapi jumlah sebenarnya sulit diketahui karena banyak yang tidak dibawa ke dokter lantaran ketiadaan biaya atau jarak rumah sakit yang jauh dari tempat tinggal. Biaya penyembuhan stroke tidak murah, dan perawatannya berlangsung sangat lama bahkan bisa seumur hidup.

Data yang dirilis oleh Yayasan Stroke Indonesia sungguh membuat kita khawatir. Dinyatakan bahwa kasus stroke di Indonesia menunjukkan kecenderungan terus meningkat dari tahun ke tahun. Setelah tahun 2000 kasus stroke yang terdeteksi terus melonjak. Pada tahun 2004, beberapa penelitian di sejumlah rumah sakit menemukan pasien rawat inap yang disebabkan stroke berjumlah 23.636 orang. Sedangkan yang rawat jalan atau yang tidak dibawa ke dokter/rumah sakit tidak diketahui jumlahnya. Namun Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 berhasil mendata kasus stroke di wilayah perkotaan di 33 provinsi dan 440 kabupaten. Riskesdas tahun 2007 ini berhasil mengumpulkan sebanyak 258.366 sampel rumah tangga perkotaan dan 987.205 sampel anggota rumah tangga untuk pengukuran berbagai variabel kesehatan masyarakat. Hasilnya, stroke merupakan pembunuh utama di antara penyakit-penyakit noninfeksi di kalangan penduduk perkotaan.

Tidak hanya di Indonesia. Konferensi Stroke Internasional yang diadakan di Wina, Austria, tahun 2008 pun mengungkap terus meningkatnya kasus stroke di kawasan Asia akibat berubahnya gaya hidup masyarakat. Ini perlu diantisipasi dengan cara menyebarluaskan pengetahuan tentang bahayanya stroke, misalnya lewat internet, seminar, media massa, dan lain-lain.

Penyakit Gagal Ginjal


Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium di dalam darah atau produksi urin.
Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialami mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.

PENYEBAB
Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang diderita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang seringkali berdampak kerusakan ginjal diantaranya:
* Penyakit tekanan darah tinggi (Hipertensi)
* Penyakit Diabetes Mellitus
* Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan / striktur)
* Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik
* Menderita penyakit kanker (cancer)
* Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)
* Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.

Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah; kehilangan cairan banyak yang mendadak (muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, dan Amiloidosis.
Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan ke arah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana fungsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal dua macam jenis serangan gagal ginjal, yaitu "gagal ginjal akut" dan "gagal ginjal kronis".


GEJALA
Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : mata bengkak, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah/darah, sering kencing. Kelainan urine: Protein, Darah/Eritrosit, Sel Darah Putih/Lekosit, Bakteri.

Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, napsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.


DIAGNOSA
Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium, baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter ke dalam kantong urin (bladder), untuk mengeluarkan urin. Bila diperlukan, tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.


PENGOBATAN
Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau terapi, misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia, atau mungkin kolesterol yang tinggi.
Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.

Kanker Mata


Kanker Mata
Kanker mata (retinoblastoma) bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa. Di Indonesia, hingga saat ini, jumlah anak yang menderita kanker mata diperkirakan 9.000 anak. Penyebab kanker mata pada salah satu mata (unilateral) atau kedua mata (bilateral) anak belum diketahui secara pasti, sehingga pencegahannya pun menjadi sulit dilakukan. Kanker mata tersebut diduga berhubungan dengan kelainan genetik. Ada masalah genetik yang menyebabkan pertumbuhan sel yang seharusnya terkendali menjadi tidak terkendali. Walaupun demikian, dampak penyakit itu bisa ditekan dengan deteksi dini. Kanker mata yang ditemukan pada stadium awal dapat disembuhkan. Bahkan, 90% kasus kanker mata yang terdeteksi dini dan mendapatkan penanganan memadai mampu disembuhkan dengan maksimal.

Sesungguhnya, kondisi mata bisa dipertahankan bila ukuran kanker mata masih di bawah 0,5 cm. Kendati gejala spesifik penyakit kanker mata pada anak cukup sulit dikenali, namun ada tanda-tanda umum yang mesti diwaspadai sebagai gejala kanker mata.

Jenis kanker mata pada anak sering ditandai dengan mata yang berwarna kemerahan, peradangan, dan adanya bintik putih pada bagian mata yang berwarna hitam. Jika kondisinya sudah parah, bintik putih tersebut akan membesar dan memantulkan cahaya yang masuk ke mata seperti mata kucing, mata juling, serta bola mata menonjol ke luar.

Bila gejala-gejala itu ditemukan pada anak, sebaiknya orang tua segera membawanya ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya supaya dokter bisa membantu memastikan ada atau tidaknya kanker pada mata anak. Jika ia didiagnosis terserang kanker mata, maka ia harus mendapatkan perawatan dan pengobatan sesuai jenis kanker dan stadiumnya. Bila dibiarkan begitu saja atau tidak diobati secara tepat, maka tumor semakin berkembang dan menyebar ke sumsum tulang dan otak. Tentunya, kondisi ini akan membahayakan sang anak dan mengancam kehidupannya.

Kanker mata stadium dini bisa diobati dengan cara pembedahan (operasi), yang bisa dikombinasikan dengan konsumsi obat kimia (kemoterapi) dan penyinaran beradiasi (radioterapi). Bila kanker mata sudah ditemukan dalam stadium lanjut, maka operasi dengan mengangkat mata terpaksa harus dilakukan. Setelah operasi, dipasang protese (mata palsu) agar anak tetap berpenampilan baik dan menarik.

Deteksi dini penyakit kanker mata dapat menyelamatkan anak dari keganasan penyakit yang sering mengakibatkan kernatian. Hanya saja, sebagian besar kasus kanker mata ditemukan pada stadium lanjut.

Masyarakat dan petugas kesehatan di tingkat dasar belum punya pengetahuan memadai tentang kanker mata, sehingga belum mengetahui cara mengenali tanda-tanda kanker mata beserta cara penanganan-nya.

Sebenarnya, ada banyak kontroversi mengenai penyebab kanker mata. Salah satunya ialah handphone. Meskipun silang pendapat mengenai hubungan antara handphone dan kanker otak masih terus berlanjut dan belum ada keputusan final, kini para ilmuwan kembali menemukan fakta baru yang tak kalah menarik. Peneliti dari Essen University di Jerman mengemukakan bahwa pemakai handphone berpeluang 3,3 kali lebih banyak terserang kanker mata.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Andreas Stang dan Profesor Karl Heinz Hoeckel telah berhasil me-wawancarai 118 pendents, uvea! melanoma, lalu membandingkannya dengan para pemakai handphone. Agar hasil penelitiannya semakin akurat, mereka juga mengadakan interview dengan 475 orang yang tidak menderita kanker mata. Dari hasil penelitian, mereka menyimpulkan bahwa peluang para pemakai handphone menderita kanker mata lebih besar ketimbang orang yang tidak pernah memakai handphone.

Dalam laporan penelitian tersebut, Dr. Stang menekankan bahwa hasil penelitian itu bukanlah kesimpulan final, terutama yang terkait frekuensi tinggi dari gelombang mikro pada handphone. Dalam penelitian sebelumnya, dijelaskan bahwa sel-sel yang berada pada uveal, yaitu sel melanocyte yang berada dekat retina, tumbuh cepat bila terkena radiasi frekuensi tinggi ini. Oleh karena itu, Dr. Stang beserta timnya terus melakukan penyelidikan tentang pengaruh frekuensi tinggi dari gelombang mikro pada handphone terhadap pertumbuhan sel-sel kanker.


Kanker Tulang



Gejala paling umum dari kanker tulang ialah adanya rasa nyeri. Pada kebanyakan kasus, gejala tersebut menjadi berangsur-angsur parah seiring per-jalanan waktu. Semula, rasa nyeri mungkin hanya hadir sewaktu malam atau dikarenakan aktivitas tertentu. Pada beberapa kasus, suatu massa atau gumpalan mungkin dirasakan pada tulang atau jaringan yang mengelilingi tulang. Tulang-tulang yang terkena kanker bisa melemah dan menjurus pada patah tulang setelah terluka. Terkadang, gejala-gejala kanker tulang berupa demam, menggigil, keringat mengucur deras sewaktu malam, serta kehilangan berat badan.

Kanker tulang disebabkan oleh suatu persoalan dengan sel-sel yang membentuk tulang. Lebih dari 2.000 orang di Amerika didiagnosis setiap tahun terkena kanker tulang. Kanker tulang menyerang anak-anak, remaja, orang dewasa, dan orang tua.

Sebenarnya, ada banyak tipe kanker tulang. Di antaranya ialah osteosarcoma, ewing's sarcoma, chondrosarcoma, malignant fibrous histiocytoma, fibrosarcoma, dan chordoma. Osteosarcoma adalah kanker tulang ganas utama yang paling umum. Kanker tulang me­nyerang laki-laki berumur 10-25 tahun, namun juga menyerang laki-laki dewasa dan orang tua.

Osteosarcoma sering kali menyerang tulang-tulang pada lengan dan kaki di area pertumbuhan yang cepat sekitar lutut dan bahu (pundak). Tipe kanker ini sangat agresif dengan risiko penyebaran sampai paru-paru. Angka kelangsungan hidup dari lima tahun sekitar 65%.

Ewing's sarcoma adalah tumor tulang yang paling agresif dan mempengaruhi orang-orang yang berumur 4-15 tahun. Kanker jenis itu jarang menyerang laki-laki yang berusia lebih dari 30 tahun. Kanker ini menyerang pertengahan tulang-tulang panjang dari lengan dan kaki. Angka kelangsungan hidup dari tiga tahun sekitar 65 %. Namun, angka tersebut jauh lebih rendah bila kanker telah menyebar ke paru-paru atau jaringan lain dari tubuh.

Chondrosarcoma ialah tumor tulang kedua yang paling umum dan termasuk 25% kanker tulang yang ganas. Kanker tersebut timbul dari sel-sel tulang rawan dan bisa tumbuh dengan sangat agresif atau relatif perlahan. Tidak seperti kanker tulang lainnya, chondrosarcoma menyerang laki-laki yang berusia di atas 40 tahun. Kanker itu dapat menyebar ke paru-paru dan simpul-simpul getah bening. Chondrosracoma bisa mempengaruhi tulang-tulang dari pelvis dan pinggul. Kelangsungan hidup lima tahun terhadap bentuk yang agresif adalah 30%. Tetapi, angka kelangsungan hidup bagi kanker yang tumbuhnya perlahan ialah 90%.

Malignant fibrous bistiocytoma adalah jenis kanker tulang yang mempengaruhi jaringan lunak, termasuk otot, ligamen, tendon, dan lemak. Kanker ini menyerang seseorang yang berumur 50—60 tahun. Kanker tersebut menyerang anggota-anggota tubuh (kaki dan tangan), dan dua kali lebih banyak menimpa laki-laki ketimbang perempuan. Angka kelangsungan hidup sekitar 35-60%.

Fibrosarcoma termasuk kanker tulang yang jarang terjadi daripada kanker tulang lainnya. Kanker itu banyak diderita oleh seseorang yang berumur 35—55 tahun. Kanker. tersebut menyerang jaringan lunak dari kaki di belakang lutut. Biasanya, kanker ini lebih banyak diderita oleh laki-laki ketimbang perempuan.

Chordoma adalah suatu tumor yang sangat jarang terjadi dengan kelangsungan hidup rata-rata enam tahun setelah didiagnosis. Kanker tersebut menyerang orang dewasa yang berumur di atas 30 tahun, dan dua kali lebih banyak menyerang laki-laki daripada perempuan. Kanker itu menyerang tulang belakang ujung bawah atau ujung atas.

Selain berbagai tipe kanker tulang tersebut, ada pula tipe kanker tulang lainnya, yakni lymphoma dan multiple myeloma. Lympboma adalah kanker yang timbul dari sel-sel sistem imun, terutama di simpul-simpul getah bening. Sementara itu, multiple myeloma menyerang tulang-tulang, namun biasanya tidak dipertimbangkan sebagai suatu kanker tulang, karena ia termasuk tumor dari sel-sel sumsum tulang, bukan sel-sel tulang.